Sabtu, 15 Desember 2018

Semua telah terlintas, larut tanpa ampas yang membekas, padahal masih banyak janji-janji kita dulu yang belum terbayar lunas dari kisah kita yang terpaksa kandas.
Aku tak apa?  Biarlah kau puas dengan opinimu yang kau anggap pantas untuk membawamu hidup bagai di atas pentas.
Aku ikhlas dan tak akan membalas, cukup kujadikan kenanganmu sebagai kompas dari arah hidupku yang kurang jelas.
Aku ??? kanvas takkan mengenal lagi kuas yang hanya pandai menghias dengan warna-warna yang bias.
Dari aku yang masih waras. 
Kau bukan lagi candu, yang harus ku  resapi setiap hariku. Sosokmu sudah terkesampingkan oleh harapan-harapan yang lebih indah untuk kuperjuangkan.
Banyak alasanku untuk segera meninggalkan, kau yang terus menebar keraguan dari komitmen yang pernah kita ciptakan.
Yahh.. Mumpung masih belom banyak waktu yang terbuang, marilah kita mulai untuk masing-masing dari kita memikirkan jalan berdasarkan pilihan,  akan lebih pantas bagiku jika kisah kita harus segera berkesudahan.
Tak usah saling menyalahkan layaknya sedang bermusuhan. Cukup lupakan!!!  Aku disini masih menjadi teman.

Sabtu, 08 Desember 2018

Kamu???  Yang ku sebut selepas sujudku tempatku berlabuh dari segala bentuk rasa tabu, perajut kasih yang sebelumnya abu-abu, aku ingin bukan hanya sekedar singgah tapi menetap, hadirkan bahagia tanpa jeda lewat aksara yangg terucap, duduklah di sampingku sembari ku ceritakan tentang perasaanku yang akan tetap utuh sampai nanti kita menua bersama, kita jadikan dinginnya malam sebagai sejuknya kasih sayang, begitupun siang yang panasnya akan menjadi hangatnya kemesraan.
Kemarilah kasih!! Rengkuh aku dengan sejuta pesonamu, jangan paksa egomu untuk menahan iba mu terhadapku, aku tau kau selalu mencari-cari jejak digitalku. Ayolah..  Jangan malu?  Semua akan lebih seru jika kita saling bercumbu.
I love you
Aku sangat menunggu balasan "love you too" darimu :-)

Sabtu, 24 November 2018

Aku memang sempat menahan pergimu, tetap bertahan meskipun sudah kau acuhkan, bahkan terus berjuang dengan harapan ada rujukan meski hasilnya selalu kau patahkan. Tapi semakin lama aku sadar bahwa kau bukan lagi orang yang layak ku genggam, kesempatan yang terlihat semakin pudar dan sampai aku akhirnya mundur jika menyangkut tentang perasaan dan aku tak akan menarikmu lagi untuk sebuah ikatan jadi kau jangn lagi bersikap kejam menciptakan sekat seolah-olah kita sedang bermusuhan?  Hey???..  Bukankan kita pernah satu perasaan dan satu pemikiran untuk satu tujuan? Mungkin kamu sudah lupa kan :D sekarang apa sudah tak mungkin lagi kita menamai hubungan ini sebagai teman, yaaaaa Tak perlu terlalu dekat dan saling banyak terlibatlah setidaknya cukup saling menyapa saat tak sengaja berjumpa dan bertukar senyuman seolah-olah tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya gitu, aku hanya ingin semua baik-baik saja meskipun kita sudah tak lagi bersama. Nampaknya itu tak terlalu berat lah untukmu? Lagian bukan kah kau masih mengenaliku dengan sebutanku yang dulu begitupun aku, meskipun kita sudah tak lagi bersahabat di sosial media tapi setidaknya kita pasti akan berjumpa di dunia nyata! Iya toh..
Ayolah baikan, emang ego macam apa sih yang sedang kau beri makan?  Bukankah memafkan itu jauh lebih indah daripada bermusuhan.
Yuk..  Kita kembali berkawan yaa...
(WAAP)

Waktu berlalu,  haripun berganti ? Namun satu hal yang masih sama adalah semua tentangmu masih menjadi topik utama dalam hati dan pikiranku, akupun tak mengerti, mengapa untuk melupakan mu melupakan tentang kenangan kita begitu sulit seperti ini, aku sudah banyak mencoba untuk menjajaki hati yang baru dan memulai cerita awal bersama dia-dia yang lain, tapi apa setelah setengah kisah yang coba ku rangkai itu semua begitu mudah terhempas ketika memori-memori  yang pernah kita buat dulu kembali menyapa dalam pikiranku. Ah..  Sudahlah?  Aku juga bingung dengan semua ini.
Namun satu hal yang ingin aku pertanyakan yang beluk sempat ku lontarkan kepadamu,  apakah saat bersamaku dulu kamu memang masih menjalin interaksi hangat dengan dia ? Sehingga selepas dengan ku seketika itu juga kau langsung kembali bersama dia?
Jika memang benar adanya maka kau adalah orang yang paling durjana yang pernah aku kenal?  Di balik sikap romantismu ku kau juga menyiapkan neraka di samping pundak ku. Dan bersyukurnya aku telah di pisahkan oleh takdir yang memang lebih memihak kepada kebaikan!
Jangan nakal ya, aku sudah berada jauh saat ini! Jalan dan pilihan kita beda,  tujuannya pun tak sama hehehe..
Yaa..  Semoga kau lebih bahagia lagi dari masa-masa yang kau sudahi bersama ku.

Kamis, 22 November 2018


Ratapan sayumu mengiringi kepergian kali ini, dan akupun sedikit berat jika aku harus tinggalkan tempat dimana kita rajut mimpi sehari hari,  bersabarlah sejenak nona dan tuanku,  kita hanya berjarak bukan terpisah, tak peduli seberapa jauh jarak yang ada akan kutempuh saat semua sudah sesuai rencana nanti untuk kembali,  karena engkau adalah rumah sebagai tempat yang paling indah, dan hanya di pelukmu lah nanti aku akan pulang....
sekantong rindu bekalku ini sudah mulai terasa menemani perjalanan yang semoga indah ini, dan kecupan dan dekapanmu tadi masih menjadi tema dalam benakku saat ini ? Mungkin kau juga demikian.
Tenanglah....
pada saatnya tiba nanti jariku pasti akan pulang pada genggamanmu ! bibirku pasti akan pulang pada keningmu ! Dan tubuhku pasti akan pulang pada dekapanmu kembali ! Karena sejauh apa pun kita berjarak percayalah hatiku selalu ada disebelahmu ..
•b(UKHTI)
Teruntuk kamu yang tak dapat ku temui di pelantaran sapa di saat ini, tapi percayalah bahwa namamu perlahan mulai tumbuh dan ku rawat penuh dengan rasa dalam hati ini, selalu hadir di setiap nafas yang ku hembuskan, meskipun aku belum pasti tahu apakah sudah terukir namaku juga di hatimu?  Dan akhirnyapun juga tak menentu, apakah apakah cerita ini akan melukai kamu atau akan melukai diriku sendiri dan bisa jadi juga menjadi kebahagiaan bersama lhoo hehehe...  aku sih menikmati semua proses ini hehehe.. Cukup satu ingin ku tentang kisah yang masih singkat ini semoga bukan hanya sekedar kekonyolan penghilang penat sesaat tapi semoga kisah yang kita jalani ini selalu hangat sampai tiba waktunya akad dan terus berlanjut sampai semesta tak lagi bulat, karena rasa yang ku buat sedah melekat dan tak mungkin tamat !!!!
•t(HAK)dir
Tetaplah bersikap elegan dalam  menerima setiap ketetapan.
Meski terkadang tak sejalan dengan apa yang diharapkan.
Tetapi, yakinlah Tuhan akan memberikan sesuatu yang lebih berkesan dari peluh-peluh yang sempat membuatmu jatuh.
Dan sudah menjadi ketentuan bila akan datang sebuah penghargaan setelah kau menyelesaikan kewajiban.

WAAP

•ha(DIA)h
Bingung mau berkata apa?  Mensyukuri pemberianmu yang samar-samar adalah sebuah ketidak sukaanku, satu sisi dimana ha(DIA)h yang kau berikan ini membuatku bahagia dan membuatku bangga sementara, tapi disisi lain kau juga menyertakan teka-teki rumit yang harus ku isi...
Apakah ini memang prosesmu untuk kembali memaksaku belajar untuk menemukan jati diri, tentang menghargai, terlukai, dan sedikit mengendalikan diri dengan calon orang terkasih !!!
Ahh...  Sudahlah Tuhan,  hari sudah malam? Biarkan sementara aku terlelap bersama ha(DIA)h mu di mimpi-ku malam ini hehehe...
(WAAP)
Sendi-RIA-n
Berdefinisi sejuta teman dengan berbagai khayalan, kadang tercipta senyum-senyum tanpa kejelasa atas kekonyolan yang pernah di lakukan.
 Tak ada obrolan? hanya ada canda tawa antara mimpi dan imajinasi yang saling bertegur sapa lewat pikiran.
Rasanya itu?  Tergantung perasaan sih, cukup bayangkan yang senang-senang sajalah, yaa itung-itung buat mainan lhak yo lumayan toh timbang bosan :D
Kuat itu ketika bisa membayangkan berwisata saat menghadapi rutinitas kerja wkwkwkw...
Tuhan menempatkanmu di posisi sekarang bukan tak serta merta tanpa alasan, mempertemukan dengan hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah kau pelajari, memaksamu untuk sedikit memainkan akalmu bahwa petunjuk Tuhan tak selalu tersampaikan oleh ucapan secara langsung lewat komunikasi, dan tugasmu adalah menyimpulkan mana yang patut di jadikan pedoman atas semua yang tertera pada mata dan pandanganmu, entah itu tentang cara hidup atau tentang asmara.
Aku ingat betul dengan ucapan NOTOMIHARJO "keyakinan itu ada dalam dirimu sendiri,  oranglain hanya menambah dan mengurangi keyakinan tersebut", dari situ mungkin aku meyakini bahwa takdir memaksaku untuk lebih memahami kekurangan dan kelebihan diriku dengan akalku sendiri, dan barangkali Tuhan juga tidak ingin aku tidak jatuh cinta dulu, supaya aku lebih mencintai diriku sendiri lebih lama lagi Hehehehe...
(WAAP)

Kamis, 05 Juli 2018

Bilur embun dipunggung rerumputan, langit biru terkupas awan dan sapa burung berbalasan, bisik daun terhembus angin nan pelan senandungkan lagu alam menyambu hari menjelang, hangat surya dan menerangi duniaku yang gelap dan hati yang dinginpun perlahan menjadi tenang!!!
Rasa itu tanpa berkomposisi,  timbulnya pun bukan tertanam dari benih yang kita pilih sendiri,  kapan itu ?  Dimana itu?  Siapa itu?  Itu ukan wewenang kita mengadili, dia terlahir atas restu Tuhan dengan resiko yang harus kita tanggung atau berkah yang harus kita syukuri, 
Ikuti saja narasinya ..
Nikmati saja misterinya..
Salam berbagi tawa meski hanya dari pelantaran sapa :-)
Aku percaya kalo rasa memang punya jalannya sendiri, siapa yang tau, kapan? Dimana?  Dan mengapa ia bisa datang ! Yang pasti dia datang dengan membawa begitu banyak alasan. Kadang ia hadir tak serta-merta untuk diutarakan, karena terkadang rasa hadir hanya untuk dinikmati dalam kesendirian bersama setumpuk harapan yang hanya aku dan angan"ku yang tau ! Hehehe
Kamu tau ? Sejak kehadiranmu kemarin aku menjadikan dirimu sebagai buku yang ingin ku baca setiap saat, setiap titik keseharianmu mulai ku pahami secara cermat, perlahanpun membuai dan mengayunkan imajinasiku secara dahsyat, ada sebuah paragraf tawa yang ingin kuhadirkan, begitupun bait-bait harapan yang sudah kau suratkan ingin aku yang menyajikan, namun di sisi lain kau masih menjadi bintang yang berpola dan selalu terbangan denga rapi di setiap lamunanku akhir" ini, yang mungkin susah kugapai dan namun mengapa begitu sulit juga untuk kutampik yaa !!!  Karena kamu sangat indah sih,  penuh cahaya yang bersinar di iringi berjuta harapan yang menjanjikan, tapi sayang kayaknya kilaumu terlalu terang yang membuat pandangan ini sering mendadak buram, kesenjangan dari segala lini mungkin yang mengakibatkan? Hehehe.. Namnun kadang juga ada semangat lain yang memapahku kembali tersenyum yaitu "bukankan manusia dihadapan Tuhan itu kesetaran cinta dan tahta itu sama" hehehe.. ahh...  Sudahlah? Itu hanya penenang sesaat bagi ku....
Tapi sepertinya perjalanan ini masih terlalu singkat untuk di simpulkan, karena mungkin juga belum ada moment-moment yg bisa di ceritakan untuk menjadi kenangan, dan bukti-bukti kesetiaan, kepercayaan, ketulusan yang masing-masing dari kita pasti belum bisa saling menjabarkan, tapi harapanku sih seandainya tanpa moment dan kenangan dan yang lain pun semoga hubungan ini tak akan pernah tamat meskipun salah satu dari kita sudah mengucap akad hehehe..
Aku sih tenang saja kok !!!  Kan semesta selwalu punya cara untuk memberikam petunjuk,  dan percaya adalah kompasnya hehehe..
Gak ngunu ta dek.!!

Minggu, 15 April 2018

23 tahun

"Ketika pacaran menjadi pilihan"
Pacar?
Uumm,,kapan ya punya pacar?
Kapan lulus dari status jomblo?
Udah umur berapa ya? masih betah aja nge jomblo..
Ah,semua pertanyaan itu.. haha membuatku tertawa geli
jika memikirkannya. Sungguh sebenarnya dalam hati aku juga ingin punya pacar. Keinginan untuk berstatus pacaran
juga ada dalam hati. Enak kali ya kalo punya pacar,ada yang ngingetin makan, ada yang ngajakin sholat dan.. yaaa
seenggaknya handphoneku gak akan sesepi kuburan.
Hahaha :D
Pengen juga lho,ada yang merhati'in tiap hari, walau hanya
pertanyaan mainstream kayak "Lagi ngapain? itu cukup
mengisi inbox di handphoneku. Dan mungkin asik yaa,jika
bangun di pagi hari dengan di sambut hangatnya ucapan
selamat pagi dari pacar. WOW !!! sepertinya dunia jauh lebih
indah jika punya pacar. Dan bahkan hidup jadi lebih berwarna jika berstatus berpacaran. hahaha grin emotikon
TAPII,, APA IYA??????
Berstatus pacaran memang tak serta merta menghilangkan masalah hidup. Tapi mungkin kita bisa ngatasin masalah
hidup itu jauh lebih baik jika punya pacar, karena dengan
pacar kita bisa sharing permasalahan kita dan meminta
pendapat si do'i untuk masalah kita. BENARKAH???
Lalu,pertanyaan lain muncul, gimana kalo masalah hidup
itu justru timbul dari statusku yang berpacaran? Dengan
siapakah aku harus mengadu? Dengan siapa pula aku
bercerita jika pacarku tak lagi setia? Siapa yang akan ku
mintai jawaban jika pacarku tak lagi ingin bertahan? Atau
yang lebih buruk, bagaimana jika orang tuaku tak
menghendaki? Bagaimana caraku menenangkan hati?
Dan itu yang terjadi di kehidupan ku :O Ya Rabb, semua pertanyaan ini.. menghantui pikiran dan
menghendaki jawaban. (TT_TT)
Aku tau, di dalam hukum islam tidak ada kata pacaran,
yang ada hanya pernikahan. Tapi aku belum mampu untuk
menikah. Jadi gimana yee ??
Ada juga yang berpendapat bahwa "pacaran memang tak
selalu berujung zina,tapi semua zina berawal dari
pacaran". Hehehe :D
Ah seserius itu kah?? Emb...sepertinya aku tidak
sepenuhnya setuju dengan pendapat itu. Kenapa Yaa ???
tentu saja karena gelora mudaku tak sependapat dengan
teori itu. Gelora mudaku menginginkan aku jadi seperti
kebanyakan remaja lain. Dan menghendaki aku melakukan
penjajakan sebelum menikah dengan jalan berpacaran.
hehe grin :)
Ada juga yang mengatakan kalau "Laki-laki sejati itu yang
berani datangi wali atau menjauhkan diri dari kata-kata
yang tidak pasti". Jika memang seperti itu,maka di sebut
apa laki-laki yang mengajak untuk berpacaran ? Bukan laki-
laki sejati ? Tentu tidak bisa serta merta di katakan seperti
itu kan !!! Ya Rabb.. Semakin membolak-balikkan hatiku.
Jika aku ikut semua teori itu,,bagaimana gelora mudaku?
Tapi jika aku mengikuti syahwatku, bagaimana dengan
pertanggung jawabannya nanti??
Bantu aku Yaa Kariim || rasioku tak mampu memikirkannya
lebih jauh. Aku tak lagi mampu berpikir jernih memikirkan
perkara ini. Tak mampu aku menyeimbangkan keduanya
dan berlaku objektif. Yaa karena tentu saja jiwa mudaku
lebih menonjol. hahaha Aku masih remaja yang sama
seperti kebanyakan remaja di luar sana,yang ingin
menikmati masa mudaku dengan sebebas-bebasnya.
Mencoba hal-hal baru sebelum akhirnya memutuskan
untuk berkomitmen dengan satu orang jodohku. hiiihiiihii :D
Ah !!! sudahlah.. Lupakan saja semua teori dan pertanyaan-
pertanyaan itu. Untuk saat ini aku akan memutuskan untuk
sendiri. Alasannya? Tentu alasan utamaku bukan karena
taatku, tapi satu hal lain yang menurut rasioku benar dan
sesuai dengan realita hidupku. Apa? Untuk sekarang,,aku
sungguh belum siap untuk berkomitmen. Belum siap
untuk terikat dengan satu orang yang ku sebut pacar (emang galaku juga sih)  haha
maunya deket sama banyak orang, banyak, dan mengenal lebih banyak tentang perempuan.
 Aku masih sungguh sangat menikmati perjalanan
panjangku di massa remaja menikmati kesendirian,yaa
walau kadang kesepian.. hehe Aku masih ingin menjelajah
dunia dan mengumpulkan ilmu agar nanti jika "KITA" (Aku
dan Jodohku) di pertemukan aku sudah siap. Aku akan
memantaskan diriku terlebih dulu sebelum akhirnya nanti aku menjemput makmumku. huuhuu :')
Aku memilih sendiri bukan semata karena taat Illahi, tapi
aku hanya beranggapan bahwa status berpacaran akan
sedikit memberi batasan. Entah batapsan untuk memilih
sesuatu,berteman dengan siapa, atau apapun itu. Satu hal
yang lebih penting adalah aku sendiri untuk menjaga diri.
Belom mau pacaran hanya gara-gara takut gak bisa
lebih bebas berteman dan memilih jalanku. Alasan
klasik yaa,tapi inilah pilihanku..