Senin, 26 Januari 2015

Semua Tak Sejalan Dengan Apa Yang Kau Katakan

malam kurasakan begitu panjang
dan aku benci tuk melewatkan
saat tanpamu disini kau begitu cepat pergi dari sini
sisakan harapan yang masih terpendam
katamu ini semua yang terbaik
tapi kenapa ku tak bahagia
hari masih terus berganti
dan aku masih seperti ini
merasakan luka
merasakan kecewa
dan kini aku penuh dengan tanya
dimana letak bahagia
yang ada semua tak sejalan
dengan apa yang kau katakan
ku tatap langit..
penuh bintang..
bersinar terang..
menghiasi malam..
temani aku..
yang sendiri..
disaat kau pergi..
ingatkah saat kau pergi..
meninggalkan tempat ini..
dimana kita ber-2 bercanda dan tertawa..
kau ubah keadaan..
menjadi penuh luka..
yang menyiksa,,

mentari tersenyum berikan semangat baru
disaat ku tertunduk melemah dan tak berdaya
akupun mulai berdiri ,tersenyum menatap sinarnya
dan kini kurasakan hari penuh dengan warna warni
gelapnya masa lalu terhempas entah kemana
mungkin telah tertelan waktu
akupun mulai mampu
membuka mata hati yang kan membawa kemana aku kan melangkah wujudkan semua mimpi yang tersimpan didalam anganku , meski pernah kurasakan kehidupan yang memilukan penuh keraguan tak menentu didalam setiap langkahku rasa takut menghantui didalam hati hingga ku mampu kembali !!!

ini sebuah pengalaman bukan ujian :)

Kamis, 22 Januari 2015

Ketika Pilihan Tak Lagi Meyakinkan

Seperti warna yang pudar pada film lama, Mungkin seperti itu rasaku saat ini untukmu, Perlahan memudar, lenyap di
telan waktu, Terlalu banyak cobaan dan rintangan yang kita lewati berdua dan kepercayaanmu begitu kecil untuk bisa melewati itu semua dan hanya aku yang begitu memperjuangkan cinta kita di awal, meski banyak tentangan dari banyak pihak akan hubungan kita ini. Sampai akhirnya ku sampai pada sebuah titik dimana aku merasa untuk apa hubungan ini aku perjuangkan? Untuk apa aku berjuang demi kamu, demi kita? Tak ada gunanya hidup tanpa ridho dari orang
tua, karena ridho Allah ridho orang tua. Aku juga merasa kau tidak pernah adil denganku dalam memperjuangkan
ini, atau mungkin aku yang terlalu egois?? Entahlah..
Sampai juga dimana seseorang lain mendatangi kehidupanku, memberi warna baru, memberikan semua
yang tidak pernah kau berikan kepadaku. Aku nyaman dengan dia. Huuuhhh,, tapi aku juga harus tetap jaga jarak dengan dirinya, karena aku menghormatimu.
Aku masih terus menjaga perasaanmu dan hubungan kita,
walau semua itu membayangi hati dan pikiranku. Sampai suatu ketika, aku menemukan kau bersamanya, dirinya
yang kau anggap lebih bisa meredam semua amarahmu, atau dia yang lebih bisa menerima semua keadaanmu di
banding aku ...
Yaa,, aku akui aku memang banyak meminta
padamu, maafkan aku. Aku sungguh tak menyangka dengan sikapmu itu, sementara aku masih menjaga warna cinta yang pudar itu. Setelah semua itu, Tuhan mempertemukanku dengan seseorang lain lagi. Orang yang tidak sesempurna dirimu, tapi dia cukup memberikann warna yang indah.
Semua masa
lah itu terus menggelayuti hati dan pikiranku, aku sungguh lelah dengan semua itu, Aku ingin terbebas
dari rasa bersalah karena telah mengharapkan orang lain selain dirimu, aku egois yaa.. Aku juga ingin bebas menikmati hariku tanpa harus menjaga warna yang pudar itu. Aku juga mulai berpikir, aku tidak ingin menjalin cinta terlebih dulu,,aku hanya ingi menunggu seseorang di luar sana yang saat ini sedang meminta untuk aku halalkan,
Hahaha,,,(PD dulu ahh) tapi aku yakin itu ada grin emotikon dan aku selalumenitipkan sedikit doaku untuknya yang entah siapa itu. Dan Aku juga berharap dia menyebutku dalam setiap doanya (amiin berkat'e - berkat'e )

Lupakan !!!
Aku ingin berjalan tanpa beban warna pudar ini, aku ingin menata diri dan memantaskan diri untuk menjadi imam bagi makmumku nanti, karena aku tau jika aku menginginkan makmum yang baik, aku juga harus bisa jadi imam yang baik untuk dia (sopo munggohmunu)... Aku ingin fokus dengan massa depanku,Aku ingin melukis senyum bangga di wajah ayah dan ibuku sebelum aku beranjak pergi dengan kehidupan yang lain, Yang ku inginkan sekarang ini lebih baik kita berjalan pada rel masing-masing, Jika memang kamu lah makmumku, suatu hari nanti aku yakin kita akan bertemu di pelaminan, di depan penghulu dengan banyak tamu yang mendoakan dan Allah jadi saksi komitmen kita smile emotikon
Amiiin
" Yakinlah kalau JODOH GAK KEMANA kok "