Sabtu, 24 November 2018

Aku memang sempat menahan pergimu, tetap bertahan meskipun sudah kau acuhkan, bahkan terus berjuang dengan harapan ada rujukan meski hasilnya selalu kau patahkan. Tapi semakin lama aku sadar bahwa kau bukan lagi orang yang layak ku genggam, kesempatan yang terlihat semakin pudar dan sampai aku akhirnya mundur jika menyangkut tentang perasaan dan aku tak akan menarikmu lagi untuk sebuah ikatan jadi kau jangn lagi bersikap kejam menciptakan sekat seolah-olah kita sedang bermusuhan?  Hey???..  Bukankan kita pernah satu perasaan dan satu pemikiran untuk satu tujuan? Mungkin kamu sudah lupa kan :D sekarang apa sudah tak mungkin lagi kita menamai hubungan ini sebagai teman, yaaaaa Tak perlu terlalu dekat dan saling banyak terlibatlah setidaknya cukup saling menyapa saat tak sengaja berjumpa dan bertukar senyuman seolah-olah tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya gitu, aku hanya ingin semua baik-baik saja meskipun kita sudah tak lagi bersama. Nampaknya itu tak terlalu berat lah untukmu? Lagian bukan kah kau masih mengenaliku dengan sebutanku yang dulu begitupun aku, meskipun kita sudah tak lagi bersahabat di sosial media tapi setidaknya kita pasti akan berjumpa di dunia nyata! Iya toh..
Ayolah baikan, emang ego macam apa sih yang sedang kau beri makan?  Bukankah memafkan itu jauh lebih indah daripada bermusuhan.
Yuk..  Kita kembali berkawan yaa...
(WAAP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar