"Ketika pacaran menjadi pilihan"
Pacar?
Uumm,,kapan ya punya pacar?
Kapan lulus dari status jomblo?
Udah umur berapa ya? masih betah aja nge jomblo..
Ah,semua pertanyaan itu.. haha membuatku tertawa geli
jika memikirkannya. Sungguh sebenarnya dalam hati aku juga ingin punya pacar. Keinginan untuk berstatus pacaran
juga ada dalam hati. Enak kali ya kalo punya pacar,ada yang ngingetin makan, ada yang ngajakin sholat dan.. yaaa
seenggaknya handphoneku gak akan sesepi kuburan.
Hahaha :D
Pengen juga lho,ada yang merhati'in tiap hari, walau hanya
pertanyaan mainstream kayak "Lagi ngapain? itu cukup
mengisi inbox di handphoneku. Dan mungkin asik yaa,jika
bangun di pagi hari dengan di sambut hangatnya ucapan
selamat pagi dari pacar. WOW !!! sepertinya dunia jauh lebih
indah jika punya pacar. Dan bahkan hidup jadi lebih berwarna jika berstatus berpacaran. hahaha grin emotikon
TAPII,, APA IYA??????
Berstatus pacaran memang tak serta merta menghilangkan masalah hidup. Tapi mungkin kita bisa ngatasin masalah
hidup itu jauh lebih baik jika punya pacar, karena dengan
pacar kita bisa sharing permasalahan kita dan meminta
pendapat si do'i untuk masalah kita. BENARKAH???
Lalu,pertanyaan lain muncul, gimana kalo masalah hidup
itu justru timbul dari statusku yang berpacaran? Dengan
siapakah aku harus mengadu? Dengan siapa pula aku
bercerita jika pacarku tak lagi setia? Siapa yang akan ku
mintai jawaban jika pacarku tak lagi ingin bertahan? Atau
yang lebih buruk, bagaimana jika orang tuaku tak
menghendaki? Bagaimana caraku menenangkan hati?
Dan itu yang terjadi di kehidupan ku :O Ya Rabb, semua pertanyaan ini.. menghantui pikiran dan
menghendaki jawaban. (TT_TT)
Aku tau, di dalam hukum islam tidak ada kata pacaran,
yang ada hanya pernikahan. Tapi aku belum mampu untuk
menikah. Jadi gimana yee ??
Ada juga yang berpendapat bahwa "pacaran memang tak
selalu berujung zina,tapi semua zina berawal dari
pacaran". Hehehe :D
Ah seserius itu kah?? Emb...sepertinya aku tidak
sepenuhnya setuju dengan pendapat itu. Kenapa Yaa ???
tentu saja karena gelora mudaku tak sependapat dengan
teori itu. Gelora mudaku menginginkan aku jadi seperti
kebanyakan remaja lain. Dan menghendaki aku melakukan
penjajakan sebelum menikah dengan jalan berpacaran.
hehe grin :)
Ada juga yang mengatakan kalau "Laki-laki sejati itu yang
berani datangi wali atau menjauhkan diri dari kata-kata
yang tidak pasti". Jika memang seperti itu,maka di sebut
apa laki-laki yang mengajak untuk berpacaran ? Bukan laki-
laki sejati ? Tentu tidak bisa serta merta di katakan seperti
itu kan !!! Ya Rabb.. Semakin membolak-balikkan hatiku.
Jika aku ikut semua teori itu,,bagaimana gelora mudaku?
Tapi jika aku mengikuti syahwatku, bagaimana dengan
pertanggung jawabannya nanti??
Bantu aku Yaa Kariim || rasioku tak mampu memikirkannya
lebih jauh. Aku tak lagi mampu berpikir jernih memikirkan
perkara ini. Tak mampu aku menyeimbangkan keduanya
dan berlaku objektif. Yaa karena tentu saja jiwa mudaku
lebih menonjol. hahaha Aku masih remaja yang sama
seperti kebanyakan remaja di luar sana,yang ingin
menikmati masa mudaku dengan sebebas-bebasnya.
Mencoba hal-hal baru sebelum akhirnya memutuskan
untuk berkomitmen dengan satu orang jodohku. hiiihiiihii :D
Ah !!! sudahlah.. Lupakan saja semua teori dan pertanyaan-
pertanyaan itu. Untuk saat ini aku akan memutuskan untuk
sendiri. Alasannya? Tentu alasan utamaku bukan karena
taatku, tapi satu hal lain yang menurut rasioku benar dan
sesuai dengan realita hidupku. Apa? Untuk sekarang,,aku
sungguh belum siap untuk berkomitmen. Belum siap
untuk terikat dengan satu orang yang ku sebut pacar (emang galaku juga sih) haha
maunya deket sama banyak orang, banyak, dan mengenal lebih banyak tentang perempuan.
Aku masih sungguh sangat menikmati perjalanan
panjangku di massa remaja menikmati kesendirian,yaa
walau kadang kesepian.. hehe Aku masih ingin menjelajah
dunia dan mengumpulkan ilmu agar nanti jika "KITA" (Aku
dan Jodohku) di pertemukan aku sudah siap. Aku akan
memantaskan diriku terlebih dulu sebelum akhirnya nanti aku menjemput makmumku. huuhuu :')
Aku memilih sendiri bukan semata karena taat Illahi, tapi
aku hanya beranggapan bahwa status berpacaran akan
sedikit memberi batasan. Entah batapsan untuk memilih
sesuatu,berteman dengan siapa, atau apapun itu. Satu hal
yang lebih penting adalah aku sendiri untuk menjaga diri.
Belom mau pacaran hanya gara-gara takut gak bisa
lebih bebas berteman dan memilih jalanku. Alasan
klasik yaa,tapi inilah pilihanku..
Uumm,,kapan ya punya pacar?
Kapan lulus dari status jomblo?
Udah umur berapa ya? masih betah aja nge jomblo..
Ah,semua pertanyaan itu.. haha membuatku tertawa geli
jika memikirkannya. Sungguh sebenarnya dalam hati aku juga ingin punya pacar. Keinginan untuk berstatus pacaran
juga ada dalam hati. Enak kali ya kalo punya pacar,ada yang ngingetin makan, ada yang ngajakin sholat dan.. yaaa
seenggaknya handphoneku gak akan sesepi kuburan.
Hahaha :D
Pengen juga lho,ada yang merhati'in tiap hari, walau hanya
pertanyaan mainstream kayak "Lagi ngapain? itu cukup
mengisi inbox di handphoneku. Dan mungkin asik yaa,jika
bangun di pagi hari dengan di sambut hangatnya ucapan
selamat pagi dari pacar. WOW !!! sepertinya dunia jauh lebih
indah jika punya pacar. Dan bahkan hidup jadi lebih berwarna jika berstatus berpacaran. hahaha grin emotikon
TAPII,, APA IYA??????
Berstatus pacaran memang tak serta merta menghilangkan masalah hidup. Tapi mungkin kita bisa ngatasin masalah
hidup itu jauh lebih baik jika punya pacar, karena dengan
pacar kita bisa sharing permasalahan kita dan meminta
pendapat si do'i untuk masalah kita. BENARKAH???
Lalu,pertanyaan lain muncul, gimana kalo masalah hidup
itu justru timbul dari statusku yang berpacaran? Dengan
siapakah aku harus mengadu? Dengan siapa pula aku
bercerita jika pacarku tak lagi setia? Siapa yang akan ku
mintai jawaban jika pacarku tak lagi ingin bertahan? Atau
yang lebih buruk, bagaimana jika orang tuaku tak
menghendaki? Bagaimana caraku menenangkan hati?
Dan itu yang terjadi di kehidupan ku :O Ya Rabb, semua pertanyaan ini.. menghantui pikiran dan
menghendaki jawaban. (TT_TT)
Aku tau, di dalam hukum islam tidak ada kata pacaran,
yang ada hanya pernikahan. Tapi aku belum mampu untuk
menikah. Jadi gimana yee ??
Ada juga yang berpendapat bahwa "pacaran memang tak
selalu berujung zina,tapi semua zina berawal dari
pacaran". Hehehe :D
Ah seserius itu kah?? Emb...sepertinya aku tidak
sepenuhnya setuju dengan pendapat itu. Kenapa Yaa ???
tentu saja karena gelora mudaku tak sependapat dengan
teori itu. Gelora mudaku menginginkan aku jadi seperti
kebanyakan remaja lain. Dan menghendaki aku melakukan
penjajakan sebelum menikah dengan jalan berpacaran.
hehe grin :)
Ada juga yang mengatakan kalau "Laki-laki sejati itu yang
berani datangi wali atau menjauhkan diri dari kata-kata
yang tidak pasti". Jika memang seperti itu,maka di sebut
apa laki-laki yang mengajak untuk berpacaran ? Bukan laki-
laki sejati ? Tentu tidak bisa serta merta di katakan seperti
itu kan !!! Ya Rabb.. Semakin membolak-balikkan hatiku.
Jika aku ikut semua teori itu,,bagaimana gelora mudaku?
Tapi jika aku mengikuti syahwatku, bagaimana dengan
pertanggung jawabannya nanti??
Bantu aku Yaa Kariim || rasioku tak mampu memikirkannya
lebih jauh. Aku tak lagi mampu berpikir jernih memikirkan
perkara ini. Tak mampu aku menyeimbangkan keduanya
dan berlaku objektif. Yaa karena tentu saja jiwa mudaku
lebih menonjol. hahaha Aku masih remaja yang sama
seperti kebanyakan remaja di luar sana,yang ingin
menikmati masa mudaku dengan sebebas-bebasnya.
Mencoba hal-hal baru sebelum akhirnya memutuskan
untuk berkomitmen dengan satu orang jodohku. hiiihiiihii :D
Ah !!! sudahlah.. Lupakan saja semua teori dan pertanyaan-
pertanyaan itu. Untuk saat ini aku akan memutuskan untuk
sendiri. Alasannya? Tentu alasan utamaku bukan karena
taatku, tapi satu hal lain yang menurut rasioku benar dan
sesuai dengan realita hidupku. Apa? Untuk sekarang,,aku
sungguh belum siap untuk berkomitmen. Belum siap
untuk terikat dengan satu orang yang ku sebut pacar (emang galaku juga sih) haha
maunya deket sama banyak orang, banyak, dan mengenal lebih banyak tentang perempuan.
Aku masih sungguh sangat menikmati perjalanan
panjangku di massa remaja menikmati kesendirian,yaa
walau kadang kesepian.. hehe Aku masih ingin menjelajah
dunia dan mengumpulkan ilmu agar nanti jika "KITA" (Aku
dan Jodohku) di pertemukan aku sudah siap. Aku akan
memantaskan diriku terlebih dulu sebelum akhirnya nanti aku menjemput makmumku. huuhuu :')
Aku memilih sendiri bukan semata karena taat Illahi, tapi
aku hanya beranggapan bahwa status berpacaran akan
sedikit memberi batasan. Entah batapsan untuk memilih
sesuatu,berteman dengan siapa, atau apapun itu. Satu hal
yang lebih penting adalah aku sendiri untuk menjaga diri.
Belom mau pacaran hanya gara-gara takut gak bisa
lebih bebas berteman dan memilih jalanku. Alasan
klasik yaa,tapi inilah pilihanku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar