Senin, 16 Agustus 2021
Perihal masa depanku, aku merasa dilema yang di buat diriku sendiri, aku yang begitu sangat mendambakanmu namum aku juga sadar diri atas kemampuanku untuk bisa meraih cinta dan kasih sayang tulusmu nantinya, karena di hadapanmu aku bukan siapa-siapa yang telah berbuat apa-apa, namun sebaliknya kau sudah mempunyai dia yang mungkin telah berbuat segalanya, dia yang sudah ada sejak lama, dia yang selalu ada, Aku pernah mencoba menarik harapanku yang pernah ku lontarkan kepadamu, namun itu tak bertaham lama, bayanganmu sedikit demi sedikit kembali menumpuk untuk memaksaku kembali mengingatmu, membawaku kembali berhayal tentang banyak hal tentang dirimu. Apakah ini memang retorika Tuhan agar aku bisa menikmati kebahagiaan semu, atau ini memang petunjuk dari Tuhan untuk aku segera menemukan jalan di masa depan, aku sendiri tidak pernah tau, tapi semoga waktu yang tepat itu datangnya tidak terburu-buru, sehingga aku bisa lebih lama lagi menikmati imajinasi ini, berhayal banyak hal tentang dirimu yang terkadang lucu.
Untuk sekarang ini gapapa kamu tertawa bersama dia di berbagai acara, bahkan aku juga tau baru kemarin mungkin kamu kembali saling menyatakan rasa, saling memandang mata, saling menggemgam tangan dan saling mengambil foto dengan banyak gaya kan di pantai utara,
aku cukup tau saja, karna aku masih yakin bahwa nanti yang akan menjabat tangan penghulu di depan orang tuamu adalah aku !!!! Amiiimnn
Permata lamunanku, perkenalkan ini aku orang bodoh yang siap menjadi bahan tertawaanmu di masa depan bersama suamimu :-)
.
.
.
Dan ternyata pada kisah ini suami kamu adalah aku :-)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar