sayup-sayup indah makin terhampar dalam rangkuman asa, kalimat pun sudah hilang makna, dan logika mulai tak berdaya di tepian nestapa, hasratpun ikut terbungkam sunyi...
entah aku yang pengecut, entah kau yang tidak peka.. tapi
"ku mendambakanmu"
bila kau butuh telinga tuk mendengar bahu tuk bersandar, raga tuk berlindung
pasti kau temukan aku di garis terdepan, meskipun ku sadari semua akan kembali bertepuk dengan sebelah tangan, kau bukan yang dulu yang bisa membuatku yakin, menjadikan ku tau bahwa malaikat tak selalu bersayap, sekarang beda yaa... kini biarkan saja aku menanti tanpa batas, meskipun tanpa balas, terus menjelma cahaya di angkasa yang sulit tertampik dan sukar tergapai, tapi yakinkan bahwa akulah orang yang selalu ada untukmu :-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar