Dari sekian banyak
memori terekam yang begitu indah, selalu hadir membayangi setiap
pandanganku, dari situlah ingin selalu aku rajut menjadi mimpi yang
indah suatu saat nanti, bukan sekedar hayalan atau imajinasi semata...
Namun ketika sang pengadil tak memberi jawaban yang meng indahkan semua
itu maka semua mimpi dan hayalan tersebut hanya terbias dengan
warna-warna semu yang semakin pudar, lagi !!! di sisi lain ideologi yang
kau pegang begitu teguh dan terlalu sulit untuk aku mengubahnya..
Kamu ibarat kumbang yang masih selalu ingin terbang bebas dengan semua
sayap-sayap indah yang penuh pesonanya dan memilih bunga yang layak
untuk kau tempati, dan aku sebagai bunga yang tumbuh namun tak mungkin
mekar karena menunggu sang kumbang yang enggan untuk hinggap dan
membantu proses penyerbukan dari putik-ke putik yang aku miliki,
sehingga rapuh dan layu tanpa perkembangan..
Yaudahlah... Berfikir realistis saja mana mungkin ada kumbang yang mau
hinggap pada bunga yang tak mungkin mendambakan kumbang dengan madu
sepah yang dia miliki saat ini, semoga sang bunga yang layu tersebut
lekas mendapatkan kumbang yang baik budinya untuk membantu proses
perkembangan sang bunga dari frase ke frase untuk menjadi bunga yang
bisa menampilkan keindahan nantinya..
Begitu pula sang kumbang semoga tidak salah hinggap pada bunga yang
salah, semoga mendapatkan bunga yang merekah mahkotanya, harum baunya,
dan manis madunya .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar